Ahmad, 13 tahun, adalah anak sulung dari empat bersaudara. Ayahnya seorang buruh tani dengan penghasilan tidak menentu. Tahun lalu, Ahmad hampir berhenti sekolah karena tidak mampu membayar biaya seragam dan buku.

Berkat beasiswa dari program ini, Ahmad kini bisa kembali bersekolah dengan penuh semangat. Nilainya bahkan meningkat pesat — ia kini menjadi salah satu siswa berprestasi di kelasnya.

‘Saya ingin jadi dokter untuk merawat orang-orang di desa saya,’ ujar Ahmad dengan mata berbinar.